Skip to main content

BIBIT TANAMAN

Bibit itu mulai ditanam. Namun setelah cukup lama, tak ada perkembangan berarti. Wujudnya masih tetap bibit dan bahkan ukurannya tidak mengalami perkembangan menjadi besar atau tinggi. Ukurannya masih tetap sama seperti sedia kala. Padahal bibit lain di sekelilingnya sudah menunjukkan perkembangan pesat. Yang awalnya bibit, kini sudah membentuk wujud tanaman yang indah. 
Bibit itu pun iri dengan teman-temannya. Ia pun berdoa agar bisa mengalami nasib yang sama seperti lainnya
Alhamdulillah, mungkin berkat doa tulus dan usahanya yang keras, permintaannya pun dikabulkan. Ia kini menjadi tanaman yang indah seperti teman-temannya. 
Selang beberapa lama, tanaman-tanaman lain mulai berbuah, bahkan ada yang berbuah begitu lebat. Namun itu sama sekali tidak terjadi padanya. Memang bentuknya masih tetap indah, namun sama sekali tidak berbuah. Dan ini sudah berjalan begitu lama.
Dia pun kembali berdoa agar bisa mengalami sepeti yang lain. Usaha keras dan doa tiada henti terus dilakukan. Hasilnya, tak lama kemudian dia pun mulai bisa berbuah seperti teman-temannya.

Ini mungkin cerita tentang tanaman, namun kiranya bisa disesuaikan dengan kondisi kita. Sering kita minta hal besar kemudian dikabulkan. Lalu minta lagi hal yang lebih besar dan jika tidak dikabulkan menganggap itu tidak adil. Padahal nikmat besar pertama yang dikabulkan saja belum disyukuri, eh malah menuntut nikmat yang lebih besar lagi dan harus dituruti. Padahal jika mencoba berpikir lebih jernih, kiranya hati bisa legowo 
‏‎smile‎‏ رمز تعبيري
sekarangbelajaryuk.blogspot.co.id
Bismillah, budaaaall....!

Comments

Popular posts from this blog

GADIS KECIL ITU

Semua nampak senang berfoto dengan teman ataupun keluarga mereka dengan balutan toga putih hijau. Ya, hari ini adalah hari wisuda mereka. Namun tidak dengan Tutik. Tak ada satupun keluarganya yang datang. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, namun hanya raut bahagia dari teman-temannya dan keluarga mereka yang nampak. Tiba-tiba saja salah seorang teman Tutik mengajak berfoto. Tutik tersenyum. Namun hatinya tidak. *** Tutik rebahkan badannya di kasur kamar. Ia pandangi langit-langit kamar sambil memikirkan acara wisudanya tadi. Sejurus kemudian Tutik ambil hpnya dan membuka facebook . Ia tuliskan ‘hari yang bahagia (harusnya), wisuda yang bahagia (harusnya), keluarga yang bahagia (harusnya)’ *** Aku kaget melihat status Tutik. Tutik yang selama ini kukenal tegar tiba-tiba jadi rapuh. Aku hanya sedikit menyesalkan apa yang Tutik lakukan. Dia boleh sedih namun lebih baik tidak menampakkannya, apalagi mengumbarnya. Aku yakin Allah sudah menyiapkan pahala yang tera...

DATANGMU ITU ……….

Dia datang. Dia datang. Ya, dia datang. Aaaaaahhhhh!!! Aku bingung. Haruskah ku bahagia? Atau ku malah harus sedih? Entahlah. Biar hari esok yang menjawab. Dia adalah cewek yang kusuka. Aku sudah usaha keras untuk menata hati agar tak galau lagi karenanya. Sejauh ini hasilnya lumayan, hatiku baik-baik saja. Mungkin itu juga dibantu karena kita udah lama gak ketemu. Sekarang tiba-tiba dia datang. Membawa luka lama yang belum hilang. Membawa rindu yang hampir usang. Membawa senyum yang menyilaukan. Membawa rasa yang hampir padam. Membawa gemuruh yang begitu berisik. Hmmmmm..... Ku hela nafas panjang. Semoga hal-hal baik selalu menyertai. Semoga tak terjadi lagi kisah kelam di masa lampau. Semoga semua baik-baik saja :) (29-4-16) http://sekarangbelajaryuk.blogspot.co.id/

MENGAJAR YANG BAIK

Bismillah, budaaaall..!! Mengajar bukan hal yang sederhana. Tak cukup seseorang itu pintar dan dipastikan dia akan mengajar dengan baik. Mengajar adalah sebuah seni. Seni dari seorang seniman (guru) membuat karya yang hebat (siswa yang bisa menikmati pelajaran). Dan ini sama sekali bukan pekerjaan mudah. Karena di dalam kelas ada banyak siswa yang punya karakter berbeda-beda. Di sinilah tugas guru, yaitu bagaimana membuat semua siswa semangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Agar siswanya bisa semangat, guru harus memperhatikan apa-apa yang disukai siswanya. Diantaranya, siswa itu suka jika semua pekerjaannya dihargai. Seperti setiap catatannya, setiap tugasnya, dan setiap semua yang diperintahkan guru. Jadi rekaplah semuanya. Misalkan satu pertemuan nulis satu catatan, ya hitunglah itu satu. Jika satu semester ada 15 catatan, ya hitunglah itu 15 catatan. Begitu juga dengan tugas atau misalkan ada praktek, lakukan hal serupa seperti catatan. Agar lebih mudah merekapnya, berila...