Skip to main content

IJINKAN AKU .............

IJINKAN AKU .............

Anton sudah seminggu ini dicandu perasaan cinta. Adalah Sinta, teman sekelasnya yang selalu sukses membuat hatinya dag-dig-dug. Sinta memang terkenal cantik.

Suatu saat di jam istirahat, Anton berkesempatan untuk berbicang dengan Sinta,

Anton      :      Sin, aku boleh enggak ngomong sesuatu?
Sinta        :      Boleh dong. Ngomong aja kali.
Anton      :      Sebenernya aku mau minta ijin.
Sinta        :      Iiijin..?? ijin apaan?
Anton      :      Aku tuh udah semingguan ini terus mikirin kamu. La aku tuh mau ijin ma kamu. Boleh enggak aku mencintaimu?
Sinta        :      Haaa...!! Untuk mencintaiku, kamu minta ijinku dulu??
Anton      :      Iya, Sin. Aku mau minta ijinmu dulu. Tolong jangan salah sangka. Aku enggak nembak kamu lo. Aku Cuma mau ijin untuk mencintaimu aja. Udah gitu aja.
Sinta        :      Gila kamu Ton! Mencintai ya mencintai aja. Ngapain pake minta ijin segala.
Anton      :      Bukan gitu. Takutnya aja kamu enggak nyaman.

Sejenak hening. Anton menatap ke bawah, sedangkan Sinta terus menatap tajam ke arah Anton.

Sinta        :      (tersenyum pelan) Ton, Ton. Baru kali ini aku ketemu cowok seaneh kamu. Ketika banyak cowok datang ke aku dengan harapan aku nerima cinta mereka, tapi kamu enggak. Kamu hanya minta ijin untuk mencintaiku aja. Enggak lebih! Gila!! Ini bener-bener gila!! Kamu punya pesona yang keren!!
Anton      :      (mulut terbuka dan mata terbelalak)
Sinta        :      Sekarang, aku yang minta ijin. Ton, ijinkan aku menjadi kekasihmu?


(17-12-2016)


http://farisfitrah.blogspot.co.id/

Comments

Popular posts from this blog

GADIS KECIL ITU

Semua nampak senang berfoto dengan teman ataupun keluarga mereka dengan balutan toga putih hijau. Ya, hari ini adalah hari wisuda mereka. Namun tidak dengan Tutik. Tak ada satupun keluarganya yang datang. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, namun hanya raut bahagia dari teman-temannya dan keluarga mereka yang nampak. Tiba-tiba saja salah seorang teman Tutik mengajak berfoto. Tutik tersenyum. Namun hatinya tidak. *** Tutik rebahkan badannya di kasur kamar. Ia pandangi langit-langit kamar sambil memikirkan acara wisudanya tadi. Sejurus kemudian Tutik ambil hpnya dan membuka facebook . Ia tuliskan ‘hari yang bahagia (harusnya), wisuda yang bahagia (harusnya), keluarga yang bahagia (harusnya)’ *** Aku kaget melihat status Tutik. Tutik yang selama ini kukenal tegar tiba-tiba jadi rapuh. Aku hanya sedikit menyesalkan apa yang Tutik lakukan. Dia boleh sedih namun lebih baik tidak menampakkannya, apalagi mengumbarnya. Aku yakin Allah sudah menyiapkan pahala yang tera...

DATANGMU ITU ……….

Dia datang. Dia datang. Ya, dia datang. Aaaaaahhhhh!!! Aku bingung. Haruskah ku bahagia? Atau ku malah harus sedih? Entahlah. Biar hari esok yang menjawab. Dia adalah cewek yang kusuka. Aku sudah usaha keras untuk menata hati agar tak galau lagi karenanya. Sejauh ini hasilnya lumayan, hatiku baik-baik saja. Mungkin itu juga dibantu karena kita udah lama gak ketemu. Sekarang tiba-tiba dia datang. Membawa luka lama yang belum hilang. Membawa rindu yang hampir usang. Membawa senyum yang menyilaukan. Membawa rasa yang hampir padam. Membawa gemuruh yang begitu berisik. Hmmmmm..... Ku hela nafas panjang. Semoga hal-hal baik selalu menyertai. Semoga tak terjadi lagi kisah kelam di masa lampau. Semoga semua baik-baik saja :) (29-4-16) http://sekarangbelajaryuk.blogspot.co.id/

MENGAJAR YANG BAIK

Bismillah, budaaaall..!! Mengajar bukan hal yang sederhana. Tak cukup seseorang itu pintar dan dipastikan dia akan mengajar dengan baik. Mengajar adalah sebuah seni. Seni dari seorang seniman (guru) membuat karya yang hebat (siswa yang bisa menikmati pelajaran). Dan ini sama sekali bukan pekerjaan mudah. Karena di dalam kelas ada banyak siswa yang punya karakter berbeda-beda. Di sinilah tugas guru, yaitu bagaimana membuat semua siswa semangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Agar siswanya bisa semangat, guru harus memperhatikan apa-apa yang disukai siswanya. Diantaranya, siswa itu suka jika semua pekerjaannya dihargai. Seperti setiap catatannya, setiap tugasnya, dan setiap semua yang diperintahkan guru. Jadi rekaplah semuanya. Misalkan satu pertemuan nulis satu catatan, ya hitunglah itu satu. Jika satu semester ada 15 catatan, ya hitunglah itu 15 catatan. Begitu juga dengan tugas atau misalkan ada praktek, lakukan hal serupa seperti catatan. Agar lebih mudah merekapnya, berila...