Skip to main content

NGERJAIN SKRIPSI (1)


Bismillah, budaaaall..!!

Menurutku, aku tergolong mahasiswa yang males. Meski sekarang uda semester 8 dan gak ada matkul yang ngulang, itu tidak membuktikan bahwa aku tidak males. Karena ketika aku di kelas, aku selalu duduk belakang, nyalain laptop dan mainan fb. Begitu juga dengan tugas-tugas, aku ngerjainnya asal, yang penting selesei.
Semester 8 ini aku harus nyelesein SKRIPSI, momok mahasiswa dan juga nyelesein PPL, Praktek Pengalaman Lapangan, semacam praktek jadi guru di suatu sekolah gitu lah. Ini gak mudah. Ppl aja udah ribet, ini malah ditambah skripsi, yang ribetnya malah gak ketulungan.
Segala persiapan kulakuin. Kayak; mengundurkan diri dari les-lesan, menulis kata-kata motivasi dan target-target di Sterofoam di dinding kamar, menggiatkan ibadah, seperti sholat sunnah, baca wirid, doa yang panjang, kemudian minta doa ortu, ya meski gak minta mereka udah otomatis ndoain sih, hehe.
Yang paling berat emang ngerjain skripsi. Kalo bagi anak yang rajin, skripsi bukan masalah besar. Ngerjain skripsi ya kayak ngerjain tugas-tugas matkul. Lain halnya dengan anak yang males macam aku, skripsi adalah tugas menakutkan yang sulitnya minta ampun.
Laptop udah siap, musik udah dinyalain, word udah dibuka, buku-buku dan skripsi orang juga udah siap, eh tetep aja males untuk ngetik sesuatu. Akhirnya hiburan dulu dengan maen fb. Niatnya sih hiburan untuk gak lama kemudian ngelanjutin ngerjain skripsi. Eh, ini malah keterusan. Fb-an berjam-jam dan setelah itu gak jadi skripsi-an. Zzzzttt. Dan hal kayak gini gak terjadi satu ato dua kali aja, tapi sering. Karenanya jika pas lagi semangat ngerjain, aku akan manfaatin betul momen itu. Gak usah pake acara istirahat, pending, ato malah fb-an ato nonton film. Kukerjain sekuat-kuatnya sampe emang bener-bener capek.
Teringat pesan teman, kalo lo ingin sesuatu, lo butuh tekanan agar mau gak mau lo harus ngerjain itu. Terinspirasi dari ini, aku mutusin buat ndatengin cewek yang kusuka. Loh? Apa hubungannya? Hehe. Sabar. Bentar lagi alasannya akan kejawab. (28-4-16)
Bersambung...



http://sekarangbelajaryuk.blogspot.co.id/

Comments

Popular posts from this blog

GADIS KECIL ITU

Semua nampak senang berfoto dengan teman ataupun keluarga mereka dengan balutan toga putih hijau. Ya, hari ini adalah hari wisuda mereka. Namun tidak dengan Tutik. Tak ada satupun keluarganya yang datang. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, namun hanya raut bahagia dari teman-temannya dan keluarga mereka yang nampak. Tiba-tiba saja salah seorang teman Tutik mengajak berfoto. Tutik tersenyum. Namun hatinya tidak. *** Tutik rebahkan badannya di kasur kamar. Ia pandangi langit-langit kamar sambil memikirkan acara wisudanya tadi. Sejurus kemudian Tutik ambil hpnya dan membuka facebook . Ia tuliskan ‘hari yang bahagia (harusnya), wisuda yang bahagia (harusnya), keluarga yang bahagia (harusnya)’ *** Aku kaget melihat status Tutik. Tutik yang selama ini kukenal tegar tiba-tiba jadi rapuh. Aku hanya sedikit menyesalkan apa yang Tutik lakukan. Dia boleh sedih namun lebih baik tidak menampakkannya, apalagi mengumbarnya. Aku yakin Allah sudah menyiapkan pahala yang tera...

DATANGMU ITU ……….

Dia datang. Dia datang. Ya, dia datang. Aaaaaahhhhh!!! Aku bingung. Haruskah ku bahagia? Atau ku malah harus sedih? Entahlah. Biar hari esok yang menjawab. Dia adalah cewek yang kusuka. Aku sudah usaha keras untuk menata hati agar tak galau lagi karenanya. Sejauh ini hasilnya lumayan, hatiku baik-baik saja. Mungkin itu juga dibantu karena kita udah lama gak ketemu. Sekarang tiba-tiba dia datang. Membawa luka lama yang belum hilang. Membawa rindu yang hampir usang. Membawa senyum yang menyilaukan. Membawa rasa yang hampir padam. Membawa gemuruh yang begitu berisik. Hmmmmm..... Ku hela nafas panjang. Semoga hal-hal baik selalu menyertai. Semoga tak terjadi lagi kisah kelam di masa lampau. Semoga semua baik-baik saja :) (29-4-16) http://sekarangbelajaryuk.blogspot.co.id/

MENGAJAR YANG BAIK

Bismillah, budaaaall..!! Mengajar bukan hal yang sederhana. Tak cukup seseorang itu pintar dan dipastikan dia akan mengajar dengan baik. Mengajar adalah sebuah seni. Seni dari seorang seniman (guru) membuat karya yang hebat (siswa yang bisa menikmati pelajaran). Dan ini sama sekali bukan pekerjaan mudah. Karena di dalam kelas ada banyak siswa yang punya karakter berbeda-beda. Di sinilah tugas guru, yaitu bagaimana membuat semua siswa semangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Agar siswanya bisa semangat, guru harus memperhatikan apa-apa yang disukai siswanya. Diantaranya, siswa itu suka jika semua pekerjaannya dihargai. Seperti setiap catatannya, setiap tugasnya, dan setiap semua yang diperintahkan guru. Jadi rekaplah semuanya. Misalkan satu pertemuan nulis satu catatan, ya hitunglah itu satu. Jika satu semester ada 15 catatan, ya hitunglah itu 15 catatan. Begitu juga dengan tugas atau misalkan ada praktek, lakukan hal serupa seperti catatan. Agar lebih mudah merekapnya, berila...