Skip to main content

DIBUAT TAK BERDAYA


Wawan sama sekali tak paham. Ia udah deket dengan banyak cewek tapi baru kali ini dia dibuat mati kutu. Dulu, ketika pergi sama cewek, selalu dia nentuin mau ke mana. Sekarang sama Siska, dialah yang diatur mau ke mana. Awalnya Wawan coba mengatur namun selalu mentah. Akhirnya dialah yang diatur.
Sebenernya usia Siska ada di bawahnya. Namun entah kenapa dia tetep nurut aja apa kata Siska. Pernah suatu waktu Siska maunya ke perpus. Perpuuuuuusss?????? Hellloooowwww. Wawan sama sekali tak paham. Perpuuussss??? Tempat macam apa itu???? Apa menariknya cobak di perpus???? Cuma ada buku2, jadi kegiatannya cuma baca aja. Bacaaaa??? Gak banget broooo!! Namun karena ini maunya Siska, Wawan hanya bisa mengiyakan saja.
Pernah juga Siska maunya ke toko buku. Wawan juga tak kalah puyeng. Ini tempat apa lagi cobaaa??? Dikira buku murah apa. Satu buku itu paling murah kira-kira 30 ribu-an. Dan biasanya yang dimau cewek itu novel. Harga novel malah sekitar 50 ribu-an. Gilaaaaa!!! Mahal banget. Hanya buat 1 buku aja ngeluarin uang sebanyak itu. Mending buat nonton aja. Uang segitu bisa buat 2 orang. Atau buat beli apa gitu. Pokoknya bukan buat beli buku. Buku kan bisa juga pinjem, yang biayanya jauh murah. Jadi ya ngapain juga beli buku. Entahlah. Tapi karena ini permintaan si-Dia, lagi-lagi Wawan tak bisa berkutik. (13-2-2016)



http://sekarangbelajaryuk.blogspot.co.id/

Comments

Popular posts from this blog

HAI NGEBLOG

Hai ngeblog. Kamu apa kabarnya? Hahaha. Lama banget gak ketemu. Sebegitu sibuknya ya? Hmmm. Gak inget apa kamu soal cita-citamu dulu? Cita-cita untuk jadi penulis handal, cita-cita untuk punya buku yang dijual di gramedia supaya bisa bangga banget kalo lagi ngajak temen ke sana, cita-cita untuk merubah dunia lewat tulisan, cita-cita untuk memotivasi murid-muridmu yang –menurutmu- butuh banget dimotivasi, cita-cita untuk menghibur orang lewat cerita konyol, cita-cita untuk bisa terus bermanfaat bagi orang meski kelak sudah tiada, cita-cita untuk terus-terusan nulis sehari sekali meski tulisannya sejelek apapun, cita-cita untuk jadi seorang guru yang juga dikenal karena aktif menulis. Loh, kok malah senyum aja? Dijawab dong pertanyaanku! Ah, kamu. Tetep aja kayak gitu. Mudah semangat, tapi lebih mudah lagi turunnya -_- Oh iya. Kamu kan juga semangat nulis karena seorang cewek ya. Tiap tulisanmu kamu kirim ke dia, terus nyuruh dia buat ngasih nilai. Yang katamu itu buat...

BERMAIN PING PONG (1)

BERMAIN PING PONG (1) Bismillah, budaaaall..!! Ping pong, atau pimpong, entahlah. Tapi aku lebih suka menyebutnya pimpong karena mudah mengejanya. Meski sepertinya yang bener adalah ping pong, hehe. Bermain ping pong begitu menyenangkan. Banyak sekali variasi pukulan yang bisa dilakukan. Tidak seperti tenis dan bulu tangkis, yang meski tampak mirip, namun variasi pukulannya tidak sekaya ping pong. Contoh mudahnya pukulan pelintir. Di ping pong, variasi ini jelas begitu penting. Bentuknya pun sangat beraneka ragam. Ada yang pelintir ke kanan, ke kiri, ke atas, ke bawah, putar diagonal, dll. Dan variasi pelintir ini tidak ada di bulu tangkis dan tenis. Dalam ping pong, servis begitu menentukan hasil akhir permainan. Bisa saja, orang yang tidak bisa menyemash tapi lihai melakukan servis mematikan akan mengalahkan orang yang tidak bisa mengembalikan servisnya meski orang itu bisa menyemash dahsyat. Karenanya, jika ingin jago bermain ping pong, perbaiki dulu teknik serv...

NONTON FILM ‘MERRY RIANA MIMPI SEJUTA DOLAR’

Bismillah, budaaaall..!! Ada saat di mana seseorang lagi down. Saat di mana hati begitu sumpek. Itulah yang kualami kemaren. Daripada terus-terusan galau mending download film aja ah. Pilihanku jatuh pada film 'Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar'. Film tentang perempuan Indonesia yang merantau ke Singapura dan jadi sukses. Download selesai dan aku langsung menontonnya sambil nungguin download-an lain, hehe. Filmnya ternyata bagus banget. Awalnya dia harus pergi ke Singapura seorang diri karena keluarganya sedang krisis. Dia hanya  dikasih kartu pengenal pamannya yang di sana. Dia pun pergi ke Singapura. Sampe di sana dia langsung nyamperin alamat pamannya. Ternyata pamannya uda pindah karena kesulitan bayar sewa. Dia pun galau segalau-galaunya. Uda sendirian, gak ada tempat tinggal lagi. Di suatu taman, dia buka media sosial. Barang kali nemu temen yang tinggal di Singapura. Dia seneng banget karena ternyata ada temennya yang lagi kuliah di sana. Banyak masalah ...